Cepat Tanggap Atasi Masalah Stunting, BKKBN Kecamatan Badegan Gelar Pembinaan Ketahanan Keluarga Di Desa Kapuran
- Jun 13, 2024
- Muhamad Masduqi Mahfudz
Pemerintah Desa Kapuran menyadari bahwa upaya untuk percepatan penurunan stunting tidak mungkin dilakukan sendiri, tetapi memerlukan dukungan dari Lembaga Pemerintah, Kelompok masyarakat dan dan Badan Usaha. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Kapuran kemudian berupaya untuk melibatkan berbagai pihak tersebut untuk terlibat secara aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini dibuktikan dengan terselenggaranya kegiatan Pembinaan Ketahanan Keluarga oleh BKKBN Kecamatan Badegan di Pendopo Balai Desa Kapuran, Kamis (13/06/2024)
Kegiatan ini dihadiri oleh Dra. Budi Lestari Mukti, Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan Dan Penggerakan BKKBN Kabupaten Ponorogo, Muhamad Muklas, Camat Badegan, seluruh Perangkat Desa Kapuran, serta anggota Tim Penggerak PKK Desa Kapuran.
Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami pertumbuhan yang terhambat, sehingga tinggi badan mereka lebih pendek dari standar usia mereka.
Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Faktor-faktor seperti sanitasi yang buruk, kurangnya akses terhadap layanan kesehatan, serta pemberian makanan yang tidak memadai juga berkontribusi terhadap terjadinya stunting.
Upaya pencegahan dan penanganan stunting melibatkan pemberian nutrisi yang kuat kepada ibu hamil dan anak, promosi praktik menyusui yang baik, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dan sanitasi.
Kegiatan Pembinaan Ketahanan Keluarga ini di isi dengan penyampaian program Tribina oleh Dra. Susilaningtyas, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Badegan. Beliau menyampaikan bahwa Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga.
Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja, salah satunya agar anak tidak terkena stunting.
Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluarga Lansia).
Tribina merupakan program yang sangat berpengaruh bagi keluarga. Melalui program pembinaan kelompok Tribina, Kepala Desa Kapuran, M. Siswanto berharap pengurus kelompok memiliki pemahaman serta pengetahuan lebih dalam membina balita, remaja, dan lansia. Dengan penerapan program tersebut, diharapkan setiap keluarga mampu mencapai kesejahteraan serta mampu mencapai keluarga yang berkualitas.