Pemdes Kapuran Bersama Muslimat Fatayat NU Gelar Pengajian dan Santuni Ratusan Anak Yatim Piatu

  • Jul 14, 2024
  • Evie Lailatul Maghfiroh

Muslimat Fatayat NU Kecamatan Badegan bersama Pemerintah Desa Kapuran gelar Pengajian dan santunan anak yatim piatu di depan Balai Desa Kapuran, Ahad 14/07/24)

Acara yang dilaksanakan di Balai Desa Kapuran ini dimulai dengan doa dan mahallul qiyam oleh Muslimat Fatayat NU Kecamatan Badegan.

Ibu Mari Muhaji Amini, Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Badegan menyampaikan, pengajian rutin ahad pon kali ini persiapannya kurang lebih hanya 2 minggu, karena tanggal 30 Juni kemarin dilaksanakan pengajian rutin di Desa Watubonang. Selain karena rutin dilaksanakan, pengajian hari ini dilaksanakan bersamaan dengan santunan anak yatim piatu bertepatan dengan bulan Muharram. 

Beliau menuturkan, total 148 anak yatim piatu se-kecamatan Badegan yang diberikan santunan. Santunan berupa sepatu dan tas sekolah untuk anak usia sekolah, sedangkan untuk balita diberikan pakaian, serta tambahan makanan. Dana santunan juga diberikan selain barang-barang tersebut. Dhuafa dan janda tua pun turut diberikan santunan pada acara ini.

Dana dari berbagai sumber yang turut memperlancar acara pengajian serta santunan diperoleh dari jamaah yasin, donatur luar, kas ahad pon, serta kas rutinan majelis baik rotibul haddad maupun majelis rutin yang lain.

M. Siswanto selaku Kepala Desa Kapuran menyampaikan, terutama sebagai warga lokal desa Kapuran kita harus turut serta mendukung potensi lokal desa. Desa Kapuran memiliki beberapa lembaga pendidikan, yaitu SDN Kapuran, MI Sabilil Muttaqin Kapuran, serta MTs Wahid Hasyim Kapuran. Acara kali ini juga turut dimeriahkan oleh grup habsyi As-Shiddiq dari MTs Wahid Hasyim Kapuran. Beliau mengajak seluruh jamaah terutama warga desa Kapuran untuk terus bersama-sama memajukan apa yang dimiliki oleh Desa Kapuran.

Acara inti pengajian yaitu Mauidhoh Hasanah oleh Abah Bima Cahyono, S.Sos, S.Pd, M.Pd dari Magetan selaku Pengasuh Majelis Sholawat Liwaul Musthofa menuturkan, Bulan Muharram di pulau jawa biasa disebut dengan Suro. Hal ini tidak begitu saja terjadi. Dalam islam tanggal 10 bulan Muharram disebut Asyura. Nenek moyang terdahulu sulit mengucapkan Asyura, sehingga diambillah kata belakangnya yaitu Suro. Pada bulan Muharram ini banyak sekali kejadian penting terdahulu, hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah terjadi pada bulan Muharram, Nabi Ibrahim selamat dari kobaran api di bulan Muharram, keluarnya Nabi Nuh A.S dari bahteranya, Fir'aun dan bala tentaranya binasa serta kejadian-kejadian yang lain, sehingga bulan Muharram disamping diperingati sebagai Tahun Baru Umat Islam juga dianggap sebagai bulan yang baik.

Pengajian Rutin Ahad Pon dan Santunan Anak Yatim Piatu turut dimeriahkan oleh kedatangan Bupati Ponorogo, Bapak Sugiri Sancoko. Beliau memberikan santunan kepada anak yatim piatu se-kecamatan Badegan.