Pengajian dan Sholawat Bersama Gus Muhammad Iqdam (Pengasuh Majlis Sabilu Taubah) Dari Blitar Di Desa Kapuran

  • Jan 24, 2024
  • Muhamad Masduqi Mahfudz

Puluhan ribu jamaah tumpah ruah memenuhi area sawah yang menjadi lokasi Pengajian dan Sholawat bersama Gus Muhammad Iqdam (Pengasuh Majlis Ta'lim Sabilu Taubah) dari Blitar, jawa timur pada Hari Selasa, 23 Januari 2024. Acara yang diselenggarakan oleh masyarakat Dukuh Bangon, Desa Kapuran dalam rangka peresmian Masjid Al-Fattah ini dimeriahkan juga oleh Hadroh Pusat serta MC kondangnya Sabilu Taubah yaitu Mr. Sabar.

Acara ini dihadiri oleh Forkompimda Kabupaten Ponorogo, mulai dari Bapak Bupati Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, Komandan Kodim 0802, Kapolres Ponorogo, Kepala Kemenag, Forkompimcam Kecamatan Badegan, Camat beserta jajaran, Kepala Desa se-Kecamatan Badegan, seluruh Perangkat Desa Kapuran, serta para Kyai Masjid dan Mushola di Desa Kapuran.

Dalam rangka mewujudkan Desa Religius, Pemerintah Desa Kapuran selalu mengupayakan serta mensupport seluruh elemen masyarakat melalui event-event keagamaan yang juga menjadi minat dan hiburan tersendiri bagi warga Desa Kapuran. Upaya penyelenggaraan Pengajian dan Sholawat bersama Gus Iqdam ini tidak lepas dari terselesaikannya pembangunan Masjid Al Fattah di Dukuh Bangon. Sehingga pelaksanaan kegiatan Pengajian ini adalah bagian dari upaya memenuhi keinginan seluruh lapisan masyarakat khususnya para perindu Gus Iqdam untuk bisa bertemu langsung, dan mengikuti kegiatan Pengajian Sabilu Taubah yang mungkin selama ini hanya diikuti melalui media sosial. Faktor Gus Iqdam sebagai pribadi sekaligus pangemong jama’ah satu dari sekian hal menarik untuk dikupas. Pasalnya sosok beliau memang penuh kharisma, selain memiliki wajah tampan beliau juga mampu mengkontekstualkan ceramahnya menjadi lebih dekat kepada kaum milenial.

Kehadiran Gus Iqdam dan Majelis Sabilu Taubah telah memberikan motivasi dalam kontek pendekatan kesadaran hijrah kepada arah kebaikan. Antusias warga sangat luar biasa, dari siang hari ratusan jamaah sudah mulai berdatangan untuk mencari posisi di tempat duduk di bagian paling depan dengan harapan agar lebih dekat dengan panggung serta bonus bisa memandang wajah Gus Iqdam yang ganteng dan berseri-seri. Barangkali inilah salah satu majelis yang akan menjadi ruang diskusi sekaligus membuka ladang ekonomi bagi warga sekitar. Dengan adanya majelis tersebut warga akan memunculkan ide kreatif untuk memberikan jasa atau bisa disebut kebangkitan ekonomi kerakyatan. Hal itu dibuktikan dengan adanya penjual kopi, makanan ringan hingga pakaian.